Internet Protocol (IP) umumnya merupakan pembawa data aktual yang akan dikirim melalui jaringan dari satu titik tempat ke titik tempat lainnya. Internet Protocol (IP) juga merupakan suatu alamat dari jaringan internet yang akan kita gunakan. Internet Protocol juga memiliki fungsi yang banyak dan memiliki jenis yang beragam. Untuk mengetahuinya lebih jelas bisa dilihat disini.
Senin, 16 Juni 2014
Senin, 09 Juni 2014
Security System Computer
Keamanan sistem komputer saat ini sangat dibutuhkan, apalagi telah majunya perkembangan IT di dunia ini. Keamanan sistem komputer ini dibutuhkan untuk melindungi data-data pribadi atau data-data rahasia dimana tidak semua orang dengan mudah untuk melihat maupun mengaksesnya, sehingga tidak mudah terkena virus atau disusupi oleh para hacker. Penjelasan tentang sistem keamanan komputer dan contoh sistem keamanan komputer yang ada bisa dilihat disini.
Senin, 21 April 2014
Elemen-elemen Multimedia
Multimedia tersusun dari beberapa bagian penting, seperti teks, audio, video dan lain-lain. Dengan semakin berkembangnya teknologi sekarang ini, maka banyak ditemukan multimedia yang telah menggabungkan beberapa bagian penyusun multimedia tersebut, contohnya menggabungkan teks dengan audio ataupun menggabungkan teks dengan video, adapula yang membuatnya menjadi lebih nyata dengan menambahkan beberapa efek. penjelasan lebih jelas mengenai bagian-bagian penyusun multimedia bisa didownload disini
Kamis, 17 April 2014
Aplikasi Thyristor dan SCR (Silicon Controlled Rectifier)
Aplikasi SCR (Silicon Controlled Rectifier)
Pengendali Kecepatan Motor Induksi 3-Phase pada Aplikasi Industri Plastik.
1. Pendahuluan
Dunia industri berkembang dengan pesat, hal ini diikuti dengan perkembangan mesin-mesin industri serta sistem kendalinya. Sistem kendali diperlukan agar mesin dapat bekerja secara otomatis sehingga meminimalkan kendali pada manusia. Pada mesin industri komponen yang sangat berperan antara lain motor listrik. Motor listrik difungsikan sebagai penggerak alat-alat berat, conveyor dan lain-lain. Dunia industri sering menggunakan sumber arus AC tiga phase, maka untuk mengendalikan motor listrik diperlukan rangkaian driver sebagai pengendalinya. Rangkaian driver motor induksi menggunakan sumber arus AC tiga phase. Rangkaian ini menggunakan triac sebagai komponen utamanya.
2. Teori Dasar
Sumber arus yang digunakan adalah sumber arus AC tiga phase dengan motor induksi sebagai bebannya. Untuk mengendalikan motor induksi ini diperlukan komponen antara lain dioda, diac, triac dan lain-lain. Fungsi diac pada rangkaian ini adalah sebagai pembangkit pulsa trigger pada gate triac. Triac merupakan komponen semikonduktor yang berperan sebagai penghubung daya yang berkecepatan tinggi. Pada umumnya triac dioperasikan pada tegangan lebih dari 100 volt dan dapat membawa arus lebih dari 100 ampere. Sehingga triac sering digunakan dalam sistem kontrol daya AC, seperti dimmer lamp (peredup lampu), kontrol pemanas, kontrol kecepatan motor dan lainnya. Prinsip kerja triac dapat diketahui dari struktur semikonduktor dan rangkaian ekivalennya.
Dari rangkaian ekivalen triac terlihat bahwa triac merupakan gabungan dari dua buah SCR yang dihubungkan paralel terbalik dengan terminal gerbang sekutu (digabung menjadi satu). Triac dan SCR merupakan keluarga dari thyristor yang memiliki prinsip kerja yang sama, yang membedakan keduanya adalah efisiensi pemakaian. SCR merupakan pengontrol setengah gelombang atau kontrol satu arah. Hal ini dapat diartikanbahwa SCR hanya mampu mengontrol tegangan AC pada periode positif saja sedangkan pada periode negatif tidak dikontrol. Bahkan pada beberapa pemakaian, SCR digunakan sebagai pengendali pulsa, baik pengendali phase 900 maupun phase 1800. Sedangkan triac merupakan kontrol dua arah atau gelombang penuh, ini sangat efektif untuk keperluan kontrol beban AC.
Prinsip kerja triac terlihat dari simbol dan strukturnya. Selain mempunyai terminal satu (T1) dan terminal dua (T2), juga mempunyai satu terminal gerbang atau gate. Gerbang inilah yang mengijinkan pengendalian atas aksi penyearah dua arah (T1 dan T2). Piranti ini dapat dipicu agar memiliki kondisi hantaran maju dan resistansi rendah dengan memberikan pulsa singkat yang memiliki daya relatif kecil pada terminal gerbang. Secara umum prinsip kerja triac adalah pada periode positif dan terminal dua (T2) lebih positif dari terminal satu (T1), maka transistor Q3 dan Q4 akan konduksi. Pada keadaan ini T2 sebagai anoda dan T1 sebagai katoda. Pada kondisi terminal gerbang G juga lebih positif dari T1 dan transistor Q3 dan Q4 tidak konduksi, dengan pengertian bahwa kedua transistor Q3 dan Q4 mendapat bias mundur, sehingga hanya arus bocor kecil yang mengalir. Pada periode negatif dan terminal satu (T1) lebih positif dari terminal dua (T2), maka transistor Q3 dan Q4 akan konduksi, sedangkan terminal gerbang G lebih positif dari T2. Triac akan tetap menghantarkan arus dan tegangan jika pada gerbang dipicu dengan tegangan bias maju DC.
Dunia industri berkembang dengan pesat, hal ini diikuti dengan perkembangan mesin-mesin industri serta sistem kendalinya. Sistem kendali diperlukan agar mesin dapat bekerja secara otomatis sehingga meminimalkan kendali pada manusia. Pada mesin industri komponen yang sangat berperan antara lain motor listrik. Motor listrik difungsikan sebagai penggerak alat-alat berat, conveyor dan lain-lain. Dunia industri sering menggunakan sumber arus AC tiga phase, maka untuk mengendalikan motor listrik diperlukan rangkaian driver sebagai pengendalinya. Rangkaian driver motor induksi menggunakan sumber arus AC tiga phase. Rangkaian ini menggunakan triac sebagai komponen utamanya.
2. Teori Dasar
Sumber arus yang digunakan adalah sumber arus AC tiga phase dengan motor induksi sebagai bebannya. Untuk mengendalikan motor induksi ini diperlukan komponen antara lain dioda, diac, triac dan lain-lain. Fungsi diac pada rangkaian ini adalah sebagai pembangkit pulsa trigger pada gate triac. Triac merupakan komponen semikonduktor yang berperan sebagai penghubung daya yang berkecepatan tinggi. Pada umumnya triac dioperasikan pada tegangan lebih dari 100 volt dan dapat membawa arus lebih dari 100 ampere. Sehingga triac sering digunakan dalam sistem kontrol daya AC, seperti dimmer lamp (peredup lampu), kontrol pemanas, kontrol kecepatan motor dan lainnya. Prinsip kerja triac dapat diketahui dari struktur semikonduktor dan rangkaian ekivalennya.
Dari rangkaian ekivalen triac terlihat bahwa triac merupakan gabungan dari dua buah SCR yang dihubungkan paralel terbalik dengan terminal gerbang sekutu (digabung menjadi satu). Triac dan SCR merupakan keluarga dari thyristor yang memiliki prinsip kerja yang sama, yang membedakan keduanya adalah efisiensi pemakaian. SCR merupakan pengontrol setengah gelombang atau kontrol satu arah. Hal ini dapat diartikanbahwa SCR hanya mampu mengontrol tegangan AC pada periode positif saja sedangkan pada periode negatif tidak dikontrol. Bahkan pada beberapa pemakaian, SCR digunakan sebagai pengendali pulsa, baik pengendali phase 900 maupun phase 1800. Sedangkan triac merupakan kontrol dua arah atau gelombang penuh, ini sangat efektif untuk keperluan kontrol beban AC.
Prinsip kerja triac terlihat dari simbol dan strukturnya. Selain mempunyai terminal satu (T1) dan terminal dua (T2), juga mempunyai satu terminal gerbang atau gate. Gerbang inilah yang mengijinkan pengendalian atas aksi penyearah dua arah (T1 dan T2). Piranti ini dapat dipicu agar memiliki kondisi hantaran maju dan resistansi rendah dengan memberikan pulsa singkat yang memiliki daya relatif kecil pada terminal gerbang. Secara umum prinsip kerja triac adalah pada periode positif dan terminal dua (T2) lebih positif dari terminal satu (T1), maka transistor Q3 dan Q4 akan konduksi. Pada keadaan ini T2 sebagai anoda dan T1 sebagai katoda. Pada kondisi terminal gerbang G juga lebih positif dari T1 dan transistor Q3 dan Q4 tidak konduksi, dengan pengertian bahwa kedua transistor Q3 dan Q4 mendapat bias mundur, sehingga hanya arus bocor kecil yang mengalir. Pada periode negatif dan terminal satu (T1) lebih positif dari terminal dua (T2), maka transistor Q3 dan Q4 akan konduksi, sedangkan terminal gerbang G lebih positif dari T2. Triac akan tetap menghantarkan arus dan tegangan jika pada gerbang dipicu dengan tegangan bias maju DC.
Gambar diatas merupakan karakteristik triac yang terdiri dari dua buah SCR. Pada gambar tersebut tertera tegangan breakover + Vbo, dimana jika tegangan forward mencapai titik ini, maka SCR atau triac akan ON. Dan pada gambar juga ditunjukkan arus Ih yaitu arus holding yang mempertahankan SCR tetap ON. Jadi agar komponen tetap ON maka arus forward dari anoda menuju katoda harus berada disepanjang parameter yang tersebut didalam gambar (pada kondisi A-B, C-D). Sejauh ini yang dikemukakan adalah bagaimana membuat triac menjadi ON. Pada kenyataanya, apabila sekali SCR atau triac mencapai keadaan ON maka selamanya akan ON, walaupun tegangan gate dilepas atau di short ke katoda. Satu-satunya cara untuk membuat SCR OFF adalah dengan membuat arus anoda-katoda turun dibawah arus Ih (holding current). Cara membuat SCR menjadi OFF tersebut adalah sama saja dengan menurunkan tegangan anoda-katoda ke titik nol. Dengan prinsip kerja yang demikian, triac dapat sebagai kontrol sumber tegangan AC yang diberikan ke terminal satu (T1) dan terminal dua (T2). Sehingga pada saat periode positif dikontrol oleh Q3 dan Q4, sedangkan saat periode negatif dikontrol transistor Q1 dan Q2.
Motor yang digunakan umumnya dapat dikelompokkan dua jenis yaitu motor DC dan AC. Dalam pembahasan ini motor yang digunakan termasuk motor AC, sedangkan motor AC sendiri dibagi menjadi motor induksi asinkron (tak serempak) dan motor sinkron (serempak). Motor induksi pada dasarnya mempunyai dua bagian penting, yaitu rotor dan stator. Rotor mempunyai bagian yang berputar dan mempunyai belitan atau batang rotor. Stator merupakan bagian yang diam dan mempunyai lilitan stator. Untuk motor induksi tiga phase tidak memerlukan alat bantu karena motor ini memiliki medan stator. Medan stator ini dihasilkan oleh bagian stator dari motor. Motor induksi tiga phase ini diaplikasikan pada penggulung benang plastik.
3. Perancangan Rangkaian
Pada proses produksi dibagian winder terdapat motor induksi tiga phase yang kecepatannya dikontrol oleh suatu rangkaian dengan kontrol triac. Motor induksi tiga phase yang dipakai memilki spesifikasi tegangan sumber 220 volt, 50 Hz, arus 0,6 ampere, RPM 750 RPM dan torka 8. Kecepatan motor tiga phase ini dikontrol oleh rangkaian triac. Rangkaian kontrol ini merupakan kendali beban AC penuh, ini ditunjukkan dengan digunakannya salah satu komponen dari keluarga thyristor (triac). Rangkaian kontrol kecepatan motor induksi tiga phase dengan komponen aktif triac yang ditunjukkan pada gambar diatas terdiri dari empat bagian utama yaitu penyearah (D1-D4), bagian pemicu gerbang (VR, R3, C1) dan triac. Prinsip kerja rangkaian secara garis besar berfungsi seperti mengurangi tegangan 220V yang akan masuk ke motor, dengan demikian bila tegangan yang masuk ke motor berkurang maka otomatis besarnya putaran motor juga akan berkurang. Terjadinya putaran motor tersendat-sendat seiring dengan sudut pemicuan dalam triac, karena frekuensinya sangat cepat maka hal itu tidak terlihat atau terasakan.
4. Hasil
Dari gambar dibawah terlihat bentuk tegangan input yang berbentuk sinusoidal murni dengan sudut penyalaan diac tertentu akan menghasilkan tegangan yang dikendalikan triac akan menjadi cacat (patah-patah), sehingga tegangan yang masuk ke dalam motor akan berkurang dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap besarnya putaran motor. Tegangan yang dihasilkan rangkaian merupakan tegangan sinusoidal yang terpatah-patah dengan frekuensi yang tinggi. Tegangan yang terpatah-patah ini digunakan sebagai sistem kendalinya. Sistem ini diimplementasikan pada sumber tegangan tiga phase.
Kecepatan yang diinginkan dari pengendali kecepatan motor induksi tiga phase ini, tidak ditentukan dengan suatu nilai kecepatan tertentu, karena pengendalian ini bersifat adaptive, jadi kalau gulungan masih berada di awal, maka diameter kecil, sehingga putaran akan cepat. Putaran kemudian akan melambat dengan fungsi waktu, karena gulungan akan semakin tebal, sehingga diameter menjadi besar.
5. Referensi
- Malcolm P, Stuart J, ”Pengantar Ilmu Teknik Intrumentasi”, PT. Media Elex Komputindo, Jakarta, 1983.
- Loveday G, ”Inti Sari Elektronika”, PT. Elex Media Komputindo.
- Malvino A,“Prinsip-prinsip Elektronika”, Penerbit Erlangga, 1985.
Selasa, 15 April 2014
Thyristor dan SCR (Silicon Controlled Rectifier)
Thyristor
Thyristor merupakan komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor silikon. Walaupun terbuat dari bahan yang sama dengan transistor, tetapi struktur P-N junction yang dimiliki oleh thyristor lebih kompleks dibandingkan transistor bipolar atau MOS. Thyristor lebih banyak digunakan sebagai saklar (switch) ketimbang sebagai penguat arus atau tegangan seperti halnya transistor.
Struktur dasar thyristor adalah struktur 4 layer PNPN seperti yang ditunjukkan pada gambar a diatas. Jika dipilah, struktur ini dapat dilihat sebagai dua buah struktur junction PNP dan NPN yang tersambung di tengah seperti pada gambar b diatas. Ini adalah dua buah transistor PNP dan NPN yang tersambung pada masing-masing kolektor dan base.
Ada beberapa komponen yang termasuk dalam thyristor antara lain PUT (Programmable Uni-juction Transistor), UJT (Uni-Junction Transistor), GTO (Gate Turn Off switch), SCR (Silicon Controlled Rectifier), photo SCR dan sebagainya.
SCR (Silicon Controlled Rectifier)
SCR merupakan jenis dari thyristor, tetapi pada umumnya SCR hanya disebut thyristor. Pada prinsipnya untuk membuat thyristor jenis SCR menjadi ON adalah dengan memberi arus trigger pada lapisan P yang dekat dengan katoda, yaitu dengan membuat kaki gate pada thyristor PNPN seperti pada gambar a dibawah ini. Karena gate pada SCR letaknya dekat dengan katoda, bisa juga pin gate ini disebut pin gate katoda (cathode gate). Seperti itulah SCR dibuat dan simbol SCR digambarkan seperti gambar b dibawah ini.
Senin, 24 Maret 2014
Perangkat Pembuatan Aplikasi Multimedia
Dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, sehingga penggunaan komputer saat ini sudah semakin maju. Komputer sekarang ini bisa digunakan untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat berinteraksi dan berkomunikasi. Untuk penjelasan tentang perangkat-perangkat pembantu (tool) yang digunakan dalam proses pembuatan multimedia, dapat di download disini
Kamis, 26 Desember 2013
Sistem I/O ( Input/Output )
Sistem komputer terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras dan perangkat lunak harus bekerja bersama-sama membentuk suatu sistem, yaitu sistem komputer.
Perangkat I/O dapat dibagi secara umum menjadi dua kategori, yaitu :
1.) Perangkat blok (block devices).
2.) Perangkat karakter (character devices).
Perangkat blok menyimpan informasi dalam sebuah blok yang ukurannya tertentu dan memiliki alamat masing-masing. Umumnya blok berukuran antara 512 bytes - 32768 bytes. Keuntungan dari perangkat blok ini ialah mampu membaca atau menulis setiap blok secara independen. Disk merupakan contoh perangkat blok yang paling banyak digunakan.
Perangkat karakter mengirim atau menerima sebaris karakter, tanpa menghiraukan struktur blok. Tipe ini tidak memiliki alamat dan tidak memiliki kemampuan mencari (seek). Printer dan antarmuka jaringan merupakan contoh perangkat jenis ini. Pembagian ini tidaklah sempurna. Beberapa perangkat tidak memenuhi kriteria tersebut. Contohnya : clock yang tidak memiliki alamat dan juga tidak mengirim dan menerima barisan karakter. Yang dilakukan hanya menimbulkan interupsi dalam jangka waktu tertentu.
Input/Output Terprogram
Pada I/O terprogram, data saling dipertukarkan antara CPU dan modul I/O. CPU mengeksekusi program yang memberikan operasi I/O kepada CPU secara langsung, seperti pemindahan data, pengiriman perintah baca maupun tulis dan monitoring perangkat. Kelemahan teknik ini adalah CPU akan menunggu sampai operasi I//O selesai dilakukan modul I/O sehingga akan membuang waktu, apalagi CPU lebih cepat proses operasinya.
Dalam teknik I/O terprogram, terdapat dua macam implementasi perintah I/O yang terdapat dalam instruksi I/O, yaitu :
1.) Memory-mapped I/O.
2.) Isolated I/O.
Dalam memory-mapped I/O, terdapat ruang tunggal untuk lokasi memori dan perangkat I/O. CPU menggunakan register status dan register data modul I/O sebagai lokasi memori dan menggunakan instruksi mesin yang sama untuk mengakses baik memori maupun perangkat I/O. Konsekuensinya adalah diperlukan saluran tunggal untuk pembacaan dan saluran tunggal untuk penulisan. Keuntungan memory-mapped I/O adalah efisien dalam pemrograman, namun memakan banyak ruang memori alamat.
Dalam teknik isolated I/O, dilakukan pemisahan ruang pengalamatan bagi memori dan ruang pengalamatan bagi I/O. Dengan teknik ini diperlukan bus yang dilengkapi dengan saluran pembacaan dan penulisan memori ditambah saluran perintah output. Keuntungan isolated I/O adalah sedikitnya instruksi I/O.
Interupt Driven Input/Output
Masalah yang dijumpai pada I/O terprogram adalah bahwa CPU harus menunggu modul I/O yang diinginkan agar siap baik untuk menerima maupun mengirim data dalam waktu yang relatif lama. Pada saat menunggu, CPU harus berulang-ulang menanyakan status modul I/O. Akibatnya tingkat kerja keseluruhan sistem mengalami penurunan sistem. Alternatifnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O ke modul dan kemudian mengerjakan pekerjaan yang lain. Kemudian modul I/O akan menginterupsi CPU untuk meminta layanan ketika modul telah siap untuk saling bertukar data dengan CPU.
Direct Memory Access (DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan interrupt driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada :
a.) Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
b.) Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan diatas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar, maka dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA). Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi.
Dalam melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan pengambil alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus bus. Penghentian sementara penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja.
Saluran Input/Output
Saluran I/O mempunyai dua kegunaan, yaitu :
a.) Saluran I/O dapat melakukan pendeteksian dan pembetulan kesalahan dan beroperasi dalam basis cycle stealing.
b.) Saluran I/O berkomunikasi dengan CPU sebagai suatu fasilitas DMA dan berkomunikasi dengan piranti I/O seolah-olah sebagai CPU.
Interupt Driven Input/Output
Masalah yang dijumpai pada I/O terprogram adalah bahwa CPU harus menunggu modul I/O yang diinginkan agar siap baik untuk menerima maupun mengirim data dalam waktu yang relatif lama. Pada saat menunggu, CPU harus berulang-ulang menanyakan status modul I/O. Akibatnya tingkat kerja keseluruhan sistem mengalami penurunan sistem. Alternatifnya adalah CPU mengeluarkan perintah I/O ke modul dan kemudian mengerjakan pekerjaan yang lain. Kemudian modul I/O akan menginterupsi CPU untuk meminta layanan ketika modul telah siap untuk saling bertukar data dengan CPU.
Direct Memory Access (DMA)
Teknik yang dijelaskan sebelumnya yaitu I/O terprogram dan interrupt driven I/O memiliki kelemahan, yaitu proses yang terjadi pada modul I/O masih melibatkan CPU secara langsung. Hal ini berimplikasi pada :
a.) Kelajuan transfer I/O yang tergantung pada kecepatan operasi CPU.
b.) Kerja CPU terganggu karena adanya interupsi secara langsung.
Bertolak dari kelemahan diatas, apalagi untuk menangani transfer data bervolume besar, maka dikembangkan teknik yang lebih baik, dikenal dengan Direct Memory Access (DMA). Prinsip kerja DMA adalah CPU akan mendelegasikan kerja I/O kepada DMA, CPU hanya akan terlibat pada awal proses untuk memberikan instruksi lengkap pada DMA dan akhir proses saja. Dengan demikian CPU dapat menjalankan proses lainnya tanpa banyak terganggu dengan interupsi.
Dalam melaksanakan transfer data secara mandiri, DMA memerlukan pengambil alihan kontrol bus dari CPU. Untuk itu DMA akan menggunakan bus bila CPU tidak menggunakannya atau DMA memaksa CPU untuk menghentikan sementara penggunaan bus. Teknik terakhir lebih umum digunakan, sering disebut cycle-stealing, karena modul DMA mengambil alih siklus bus. Penghentian sementara penggunaan bus bukanlah bentuk interupsi, melainkan hanyalah penghentian proses sesaat yang berimplikasi hanya pada kelambatan eksekusi CPU saja.
Saluran Input/Output
Saluran I/O mempunyai dua kegunaan, yaitu :
a.) Saluran I/O dapat melakukan pendeteksian dan pembetulan kesalahan dan beroperasi dalam basis cycle stealing.
b.) Saluran I/O berkomunikasi dengan CPU sebagai suatu fasilitas DMA dan berkomunikasi dengan piranti I/O seolah-olah sebagai CPU.
Karena piranti I/O mempunyai kecepatan transfer yang berbeda-beda, maka saluran dibagi menjadi 3 pelayanan, yaitu :
- Saluran Multiplexer : Digunakan untuk menghubungkan piranti yang berkecepatan rendah dan sedang serta mengoperasikannya secara bersamaan dengan multiplexing.
- Saluran Selektor : Digunakan untuk menghubungkan piranti I/O yang berkecepatan tinggi tanpa multiplexing. Contohnya : pita magnetis, disk.
- Saluran Multiplexer Blok : Merupakan kombinasi dari dua pelayanan diatas.
Referensi :
Selasa, 03 Desember 2013
CPU (Central Processing Unit)
CPU adalah komponen pengolah data berdasarkan instruksi-instruksi yang diberikan kepadanya atau CPU adalah perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. CPU merupakan komponen terpenting dalam sistem komputer dan CPU berperan sebagai otak pada komputer. CPU memiliki 3 komponen utama, yaitu CU (Control Unit), ALU (Arithmetic and Logic Unit) dan Register.
Cara kerja CPU
Saat data ataupun instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama kali diletakkan di RAM (melalui input-storage), apabila berbentuk instruksi ditampung oleh control unit di program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di working-storage. Jika register siap untuk menerima proses eksekusi, maka control unit akan mengambil instruksi dari program-storage untuk ditampungkan ke instruction register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di program counter. Sedangkan data diambil oleh control unit dari working-storage untuk ditampung di general purpose register (dalam hal ini di operand-register). Jika berdasarkan instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasarkan instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di accumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka control unit akan mengambil hasil pengolahan di accumulator untuk ditampung kembali ke working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka control unit akan mengambil hasil pengolahan dari working-storage untuk ditampung ke output-storage. Lalu selanjutnya dari output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.
Cara kerja CPU
Saat data ataupun instruksi dimasukkan ke processing-devices, pertama kali diletakkan di RAM (melalui input-storage), apabila berbentuk instruksi ditampung oleh control unit di program-storage, namun apabila berbentuk data ditampung di working-storage. Jika register siap untuk menerima proses eksekusi, maka control unit akan mengambil instruksi dari program-storage untuk ditampungkan ke instruction register, sedangkan alamat memori yang berisikan instruksi tersebut ditampung di program counter. Sedangkan data diambil oleh control unit dari working-storage untuk ditampung di general purpose register (dalam hal ini di operand-register). Jika berdasarkan instruksi pengerjaan yang dilakukan adalah arithmatika dan logika, maka ALU akan mengambil alih operasi untuk mengerjakan berdasarkan instruksi yang ditetapkan. Hasilnya ditampung di accumulator. Apabila hasil pengolahan telah selesai, maka control unit akan mengambil hasil pengolahan di accumulator untuk ditampung kembali ke working-storage. Jika pengerjaan keseluruhan telah selesai, maka control unit akan mengambil hasil pengolahan dari working-storage untuk ditampung ke output-storage. Lalu selanjutnya dari output-storage, hasil pengolahan akan ditampilkan ke output-devices.
CU (Control Unit)
CU atau unit kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat dalam semua CPU. CPU yang bertugas mengontrol komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antarkomponen dalam menjalankan fungsi-fungsi operasinya. Termasuk dalam tugas unit kontrol adalah mengambil instruksi-instruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan dan pada saatnya akan ditampilkan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit kendali ini adalah :
1.) Mengatur dan mengendalikan alat-alat masukan (input) dan keluaran (output).
2.) Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
3.) Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
4.) Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
5.) Menyimpan hasil proses ke memori utama.
ALU (Arithmetic and Logic Unit)
Unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmatika dan operasi logika berdasarkan instruksi yang ditentukan. ALU sering disebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmatika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan, kurang dari (<), kurang atau sama dengan, lebih besar dari (>) dan lebih besar atau sama dengan.
Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
Register terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu :
a.) Register data, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka dalam bilangan bulat (integer).
b.) Register alamat, yang digunakan untuk menyimpan alamat-alamat memori dan juga untuk mengakses memori.
c.) Register general purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan angka dan alamat secara sekaligus.
d.) Register floating-point, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka bilangan titik mengambang (floating-point).
e.) Register konstanta (constant register), yang digunakan untuk menyimpan angka-angka tetap yang hanya dapat dibaca (bersifat read-only), semacam phi, null, true, false dan lainnya.
f.) Register vektor, yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan vektor yang dilakukan oleh prosesor SIMD.
g.) Register special purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan data internal prosesor, seperti halnya instruction pointer, stack pointer dan status register.
h.)Register yang spesifik terhadap model mesin (machine-specific register), dalam beberapa arsitektur tertentu, digunakan untuk menyimpan data atau pengaturan yang berkaitan dengan prosesor itu sendiri. Karena arti dari setiap register langsung dimasukkan kedalam desain prosesor tertentu saja, mungkin register jenis ini tidak menjadi standar antara generasi prosesor.
Jenis ukuran register dan contoh prosesornya, yaitu :
> 4 bit : Intel 4004
> 8 bit : Intel 8080
> 16 bit : Intel 8086
> 32 bit : Intel Pentium 4
> 64 bit : Intel Core 2
Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pemroses_Sentral
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Register_prosesor
3.http://missnuroxfordutomo.blogspot.com/2011/04/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html
3.) Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
4.) Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU.
5.) Menyimpan hasil proses ke memori utama.
ALU (Arithmetic and Logic Unit)
Unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmatika dan operasi logika berdasarkan instruksi yang ditentukan. ALU sering disebut mesin bahasa karena bagian ini ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmatika dan unit logika boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. Tugas utama dari ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai dengan instruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder. Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari suatu operasi logika sesuai dengan instruksi program. Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan, kurang dari (<), kurang atau sama dengan, lebih besar dari (>) dan lebih besar atau sama dengan.
Register
Register merupakan alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses. Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya. Secara analogi, register ini dapat diibaratkan sebagai ingatan di otak bila kita melakukan pengolahan data secara manual, sehingga otak dapat diibaratkan sebagai CPU, yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
Register terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu :
a.) Register data, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka dalam bilangan bulat (integer).
b.) Register alamat, yang digunakan untuk menyimpan alamat-alamat memori dan juga untuk mengakses memori.
c.) Register general purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan angka dan alamat secara sekaligus.
d.) Register floating-point, yang digunakan untuk menyimpan angka-angka bilangan titik mengambang (floating-point).
e.) Register konstanta (constant register), yang digunakan untuk menyimpan angka-angka tetap yang hanya dapat dibaca (bersifat read-only), semacam phi, null, true, false dan lainnya.
f.) Register vektor, yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan vektor yang dilakukan oleh prosesor SIMD.
g.) Register special purpose, yang dapat digunakan untuk menyimpan data internal prosesor, seperti halnya instruction pointer, stack pointer dan status register.
h.)Register yang spesifik terhadap model mesin (machine-specific register), dalam beberapa arsitektur tertentu, digunakan untuk menyimpan data atau pengaturan yang berkaitan dengan prosesor itu sendiri. Karena arti dari setiap register langsung dimasukkan kedalam desain prosesor tertentu saja, mungkin register jenis ini tidak menjadi standar antara generasi prosesor.
Jenis ukuran register dan contoh prosesornya, yaitu :
> 4 bit : Intel 4004
> 8 bit : Intel 8080
> 16 bit : Intel 8086
> 32 bit : Intel Pentium 4
> 64 bit : Intel Core 2
Referensi :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Unit_Pemroses_Sentral
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Register_prosesor
3.http://missnuroxfordutomo.blogspot.com/2011/04/pengertian-cpu-dan-fungsinya.html
Jumat, 15 November 2013
Metode Pengalamatan Pada Komputer
Mode pengalamatan adalah bagaimana cara
menunjuk dan mengalamati
suatu lokasi memori pada sebuah alamat di mana operand
akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada
umumnya instruksi terdiri dari opcode (kode operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang
sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.
1. Direct Addresing
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang
akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h.
Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan
kemudian disimpan dalam akumulator. Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun
harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena
disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode
ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori
yang mungkin variabel.
Kelebihan dan kekurangan dari Direct Addresing
antara lain :
Kelebihan
•
Field
alamat berisi efektif address sebuah operand
Kelemahan
• Keterbatasan
field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan
panjang word
2. Indirect Addresing
Mode
pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan
fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula
satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada
keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan
mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari
R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu
merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu,
menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan
untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
Kelebihan dan kekurangan dari Indirect Addresing antara lain :
Kelebihan
•
Ruang
bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
Kekurangan
• Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat proses operasi
3. Immediate Addresing
Mode pengalamatan immediate addressing sangat umum dipakai karena
harga yang akan disimpan dalam memori langsung mengikuti kode operasi dalam
memori. Dengan kata lain, tidak diperlukan pengambilan harga dari alamat lain
untuk disimpan. Contohnya: MOV A,#20h. Dalam instruksi tersebut, akumulator
akan diisi dengan harga yang langsung mengikutinya, dalam hal ini 20h. Mode ini
sangatlah cepat karena harga yang dipakai langsung tersedia.
Kelebihan dan kekurangan dari Immedieate Addresing
antara lain :
Keuntungan
• Tidak
adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh
operand
•
Menghemat
siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat
Kekurangan
•
Ukuran
bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat
B. Pengenalan pada Register Addressing
Register
adalah merupakan sebagian memori dari mikro prosessor yang dapat diakses dengan
kecepatan tinggi. Metode pengalamatan register ini mirip dengan mode pengalamatan langsung. Perbedaannya
terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama. Field yang mereferensi
register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16
register general purpose.
Kelebihan dan kekurangan Register Addressing :
Keuntungan pengalamatan register
• Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam
instruksi dan tidak diperlukan referensi memori.
• Akses ke register lebih cepat daripada akses ke memori,
sehingga proses eksekusi akan lebih cepat.
Kerugian
•
Ruang alamat menjadi terbatas
Register Indirect Addressing
Metode pengalamatan
register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung. Perbedaannya adalah field alamat
mengacu pada alamat register. Letak operand
berada pada memori yang dituju oleh isi register. Kelebihan dan kekurangan pengalamatan register tidak langsung adalah sama dengan pengalamatan tidak langsung. Keterbatasan
field alamat diatasi dengan pengaksesan
memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak. Dalam satu
siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung
hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada
mode pengalamatan tidak langsung.
C. Pengenalan Displacement Addressing dan Stack
Addresing
Displacement Addressing adalah menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register
tidak langsung. Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya
sebuah field yang eksplisit. Field eksplisit bernilai A dan field
implisit mengarah pada register. Ada tiga model displacement : Relative addressing, Base register addressing, Indexing.
Relative addressing
Relative addressing
Register yang direferensi secara implisit adalah
progra counter (PC)
•
Alamat
efektif relative addresing didapatkan dari alamat instruksi
saat itu ditambahkan ke field alamat.
•
Relativ
addressing memanfaatkan
konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya.
Base register addresing.
Register yang direferensi berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu.
Register yang direferensi berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu.
•
Referensi
register dapat eksplisit maupun implisit.
•
Memanfaatkan
konsep lokalitas memori.
Indexing adalah field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang
direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut
•
Merupakan
kebalikan dari mode base register.
•
Field
alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing.
•
Manfaat
penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-program iterative.
Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-first-out. Stack merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambakan ke puncak stack sehingga setiap saat blok akan terisi secara parsial. Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack. Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack. Stack pointer tetap berada dalam register.
Dengan demikian,
referensi-referensi ke lokasi stack di
dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung.
Minggu, 10 November 2013
Set Instruksi Pada Komputer
Set instruksi adalah sekumpulan lengkap instruksi yang dapat dimengerti oleh sebuah CPU, disebut juga machine code (bahasa mesin) dan aslinya juga berbentuk biner (bahasa assembly). Untuk programmer biasanya digunakan representasi yang lebih mudah dimengerti atau bahasa yang dapat dimengerti manusia.
Instruction Set Architecture (ISA)
Set Instruksi atau Instruction Set Architecture (ISA) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
ISA merupakan sebuah spesifikasi dari kumpulan semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor tertentu. Kumpulan opcode tersebut, umumnya disebut sebagai bahasa mesin (machine language) untuk ISA yang bersangkutan. ISA yang populer digunakan adalah set instruksi untuk chip Intel x86, IA-64, IBM PowerPC, Motorola 68000, Sun SPARC, DEC Alpha, dan lain-lain.
Dalam set instruksi memiliki berbagai macam operasi-operasi yang terdiri dari:
Operasi set instruksi untuk mentransfer data, yaitu :
Operasi set instruksi untuk operasi logika, yaitu :
1. http://noideacorp.wordpress.com/2010/11/01/operasi-operasi-set-intruksi-dalam-arsitektur-komputer/
Instruction Set Architecture (ISA)
Set Instruksi atau Instruction Set Architecture (ISA) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
ISA merupakan sebuah spesifikasi dari kumpulan semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor tertentu. Kumpulan opcode tersebut, umumnya disebut sebagai bahasa mesin (machine language) untuk ISA yang bersangkutan. ISA yang populer digunakan adalah set instruksi untuk chip Intel x86, IA-64, IBM PowerPC, Motorola 68000, Sun SPARC, DEC Alpha, dan lain-lain.
Dalam set instruksi memiliki berbagai macam operasi-operasi yang terdiri dari:
Operasi set instruksi untuk mentransfer data, yaitu :
- MOVE : memindahkan word atau blok dari sumber ke tujuan.
- STORE : memindahkan word dari prosessor ke memori.
- LOAD : memindahkan word dari memori ke prosessor.
- EXCHANGE : menukar isi sumber ke tujuan.
- CLEAR/RESET : memindahkan word ke 0 tujuan.
- SET : memindahkan word 1 ke tujuan.
- PUSH : memindahkan word dari sumber ke bagian paling atas stack.
- POP : memindahkan word dari bagian paling atas sumber.
- ADD : penjumlahan.
- SUBTRACT : pengurangan.
- MULTIPLY : perkalian.
- DIVIDE : pembagian.
- ABSOLUTE
- NEGATIVE
- DECREMENT
- INCREMENT
Operasi set instruksi untuk operasi logika, yaitu :
- AND, OR, NOT, EXOR
- COMPARE : melakukan perbandingan logika.
- 3TEST : menguji kondisi tertentu.
- SHIFT : operand menggeser ke kiri atau kanan menyebabkan konstanta pada ujung bit.
- ROTATE : operand menggeser ke kiri atau kanan dengan ujung yang terjalin.
- TRANSLATE : menterjemahkan nilai-nilai dalam suatu bagian memori berdasarkan tabel korespondensi.
- CONVERT : mengkonversi suatu word dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.
- INPUT : memindahkan data dari perangkat I/O tertentu ke tujuan.
- OUTPUT : memindahkan data dari sumber tertentu ke perangkat I/O.
- START I/O : memindahkan instruksi ke prosessor I/O untuk mengawali operasi I/O.
- TEST I/O : memindahkan informasi dari sistem I/O ke tujuan.
- JUMP(cabang) : pemindahan tidak bersyarat dan memuat PC dengan alamat tertentu.
- JUMP BERSYARAT : menguji persyaratan tertentu dan memuat PC dengan alamat tertentu atau tidak melakukan apa tergantung dari persyaratan.
- JUMP SUBRUTIN : melompat ke alamat tertentu.
- RETURN : mengganti isi PC dan register lainnya yang berasal dari lokasi tertentu.
- EXECUTE : mengambil operand dari lokasi tertentu dan mengeksekusi sebagai instruksi.
- SKIP : menambah PC sehingga melompati instruksi berikutnya.
- SKIP BERSYARAT : melompat atau tidak melakukan apa-apa berdasarkan pada persyaratan.
- HALT : menghentikan eksekusi program.
- WAIT(HOLD) : melanjutkan eksekusi pada saat persyaratan dipenuhi.
- NO OPERATION : tidak ada operasi yang dilakukan.
1. http://noideacorp.wordpress.com/2010/11/01/operasi-operasi-set-intruksi-dalam-arsitektur-komputer/
Kamis, 03 Oktober 2013
Organisasi Dan Arsitektur Komputer
Organisasi komputer mempelajari bagian yang terkait dengan unit-unit operasional komputer dan hubungan antara komponen sistem komputer, contoh : sinyal kontrol, prosesor, interface komputer dan peripheral lalu teknologi memori yang digunakan.
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh : set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmatika yang digunakan, teknik pengalamatan dan mekanisme I/O.
Arsitektur komputer dapat bertahan bertahun-tahun tapi organisasi komputer dapat berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Pabrik komputer memproduksi sekelompok model komputer, yang memiliki arsitektur sama tapi berbeda dari segi organisasinya yang mengakibatkan harga dan karakteristik unjuk kerja yang berbeda.
Sistem komputer adalah komputer sebagai suatu sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling berhubungan sehingga dapat memiliki satu tujuan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Subsistem tersebut adalah :
1.) Hardware (perangkat keras) merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari :
- I/O Device (I/O Device)
- Storage Device (perangkat penyimpanan)
- Monitor / Screen Monitor
- Casing Unit
- Central Processing Unit (CPU)
2.) Software (perangkat lunak) merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
a. Sistem Operasi
b. Program Aplikasi
c. Program Paket
d. Bahasa Pemrograman
3.) Brainware (User) merupakan personel-personel yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti sistem analisis, programmer, operator, user, dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronic Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang manager EDP.
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh : set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmatika yang digunakan, teknik pengalamatan dan mekanisme I/O.
Arsitektur komputer dapat bertahan bertahun-tahun tapi organisasi komputer dapat berubah sesuai dengan perkembangan teknologi. Pabrik komputer memproduksi sekelompok model komputer, yang memiliki arsitektur sama tapi berbeda dari segi organisasinya yang mengakibatkan harga dan karakteristik unjuk kerja yang berbeda.
Sistem komputer adalah komputer sebagai suatu sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling berhubungan sehingga dapat memiliki satu tujuan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Subsistem tersebut adalah :
1.) Hardware (perangkat keras) merupakan peralatan fisik dari komputer yang dapat kita lihat dan rasakan. Hardware ini terdiri dari :
- I/O Device (I/O Device)
- Storage Device (perangkat penyimpanan)
- Monitor / Screen Monitor
- Casing Unit
- Central Processing Unit (CPU)
2.) Software (perangkat lunak) merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
a. Sistem Operasi
b. Program Aplikasi
c. Program Paket
d. Bahasa Pemrograman
3.) Brainware (User) merupakan personel-personel yang terlibat langsung dalam pemakaian komputer, seperti sistem analisis, programmer, operator, user, dll. Pada organisasi yang cukup besar, masalah komputerisasi biasanya ditangani oleh bagian khusus yang dikenal dengan bagian EDP (Electronic Data Processing), atau sering disebut dengan EDP Departemen, yang dikepalai oleh seorang manager EDP.
Pada komputer terdapat CPU (Central Processing Unit) yang merupakan komponen terpenting dari sistem komputer dan juga komponen pengolah data berdasarkan instruksi yang diberikan kepada CPU. Fungsi CPU yaitu :
- Menjalankan program-program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil instruksi-instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah.
- Pandangan paling sederhana proses eksekusi program adalah dengan mengambil pengolahan instruksi yang terdiri dari dua langkah, yaitu operasi pembacaan instruksi (fetch) dan operasi pelaksanaan instruksi (execute).
Komponen CPU :
a.) Register
Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses sementara data dan instruksi lainnya menunggu giliran untuk diproses masih disimpan di dalam memori utama. Secara analogi, register diibaratkan sebagai ingatan di otak bila melakukan pengolahan data secara manual, otak diibaratkan CPU yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
Register dalam CPU diantaranya :
Register untuk alamat dan buffer :
- MAR (Memory Address Regiter) : untuk mencatat alamat memori yang akan diakses (baik yang akan ditulisi maupun dibaca).
- MBR (Memory Buffer Register) : untuk menampung data yang akan ditulis ke memori yang alamatnya ditunjuk MAR atau untuk menampung data dari memori (yang alamatnya ditunjuk oleh MAR) yang akan dibaca.
- I/O AR (I/O Address Register) : untuk mencatat alamat port I/0 yang akan diakses (baik akan ditulisi/dibaca).
- I/O BR (I/O Buffer Register) : untuk menampung data yang akan dituliskan ke port yang alamatnya ditunjuk I/O AR atau untuk menampung data dari port (yang alamatnya ditunjik oleh I/O AR) yang akan dibaca.
Register untuk eksekusi instruksi :
- PC (Program Counter) : mencatat alamat memori dimana instruksi di dalamnya akan dieksekusi.
- IR (Instruction Register) : menampung instruksi yang akan dilaksanakan.
- AC (Accumulator) : menyimpan data sementara baik data yang sedang diproses atau hasil proses.
b.) Control Unit
Bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada di sistem komputer, yaitu :
- mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output
- mengambil instruksi-instruksi dari memori utama
- mengambil data dari memori utama untuk diproses
- mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU
- mengirim hasil proses ke memori utama untuk disimpan dan pada saatnya disajikan ke alat output.
c.) ALU (Arithmatic and Logic Unit)
Tugas utama adalah melakukan semua perhitungan aritmatika dan melakukan keputusan dari suatu operasi logika. Seperti istilahnya ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmatika dan unit logika boolean, yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. ALU sering disebut juga mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi-instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya.
d.) I/O Interconection
Input-output (I/O) Interconection merupakan sistem koneksi yang menghubungkan antar komponen internal dalam sebuah CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register serta menghubungkan CPU dengan bus-bus eksternal diluar CPU.
a.) Register
Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sedang diproses sementara data dan instruksi lainnya menunggu giliran untuk diproses masih disimpan di dalam memori utama. Secara analogi, register diibaratkan sebagai ingatan di otak bila melakukan pengolahan data secara manual, otak diibaratkan CPU yang berisi ingatan-ingatan, satuan kendali yang mengatur seluruh kegiatan tubuh dan mempunyai tempat untuk melakukan perhitungan dan perbandingan logika.
Register dalam CPU diantaranya :
Register untuk alamat dan buffer :
- MAR (Memory Address Regiter) : untuk mencatat alamat memori yang akan diakses (baik yang akan ditulisi maupun dibaca).
- MBR (Memory Buffer Register) : untuk menampung data yang akan ditulis ke memori yang alamatnya ditunjuk MAR atau untuk menampung data dari memori (yang alamatnya ditunjuk oleh MAR) yang akan dibaca.
- I/O AR (I/O Address Register) : untuk mencatat alamat port I/0 yang akan diakses (baik akan ditulisi/dibaca).
- I/O BR (I/O Buffer Register) : untuk menampung data yang akan dituliskan ke port yang alamatnya ditunjuk I/O AR atau untuk menampung data dari port (yang alamatnya ditunjik oleh I/O AR) yang akan dibaca.
Register untuk eksekusi instruksi :
- PC (Program Counter) : mencatat alamat memori dimana instruksi di dalamnya akan dieksekusi.
- IR (Instruction Register) : menampung instruksi yang akan dilaksanakan.
- AC (Accumulator) : menyimpan data sementara baik data yang sedang diproses atau hasil proses.
b.) Control Unit
Bertugas mengatur dan mengendalikan semua peralatan yang ada di sistem komputer, yaitu :
- mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output
- mengambil instruksi-instruksi dari memori utama
- mengambil data dari memori utama untuk diproses
- mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja dari ALU
- mengirim hasil proses ke memori utama untuk disimpan dan pada saatnya disajikan ke alat output.
c.) ALU (Arithmatic and Logic Unit)
Tugas utama adalah melakukan semua perhitungan aritmatika dan melakukan keputusan dari suatu operasi logika. Seperti istilahnya ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmatika dan unit logika boolean, yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri. ALU sering disebut juga mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi-instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya.
d.) I/O Interconection
Input-output (I/O) Interconection merupakan sistem koneksi yang menghubungkan antar komponen internal dalam sebuah CPU, yaitu ALU, unit kontrol dan register serta menghubungkan CPU dengan bus-bus eksternal diluar CPU.
Dibawah ini struktur detail internal pada CPU :
Referensi :
1. http://yadisetiawan.blogspot.com/2012/10/tugas-organisasi-arsitektur-komputer_11.html
2. http://www.yumpu.com/id/document/view/7384969/arsitektur-komputer
Minggu, 29 September 2013
Etika Dalam Menulis Di Internet
Contoh etika dalam menulis di internet yang akan dibahas yaitu etika dalam menulis di blog. Blog saat ini dikenal sebagai salah satu media online yang sangat berpengaruh untuk menyuarakan buah pikiran. sebagai media online, blog adalah sarana berkomunikasi secara online. Para penulis blog yang biasa disebut blogger, berasal dari berbagai kalangan. Meski semua tak memiliki latar belakang jurnalistik, melalui media online yang sangat mudah diakses oleh para pengguna internet ini, siapapun sekarang bisa mempublikasikan tulisannya.
Munculnya berbagai komunitas blog pun membuat kekuatan blogger dalam menyuarakan pesan mereka secara online tak diragukan lagi. Bahkan blog yang dimanfaatkan sebagai media publikasi tulisan-tulisan yang sifatnya akademik maupun ilmiah, telah banyak dijadikan rujukan bagi berbagai penelitian. Layaknya sebuah tulisan yang bisa diakses dan dibaca oleh semua pengguna internet, tentunya dalam menulis di blog diperlukan juga aturan-aturan yang menyangkut etika dalam berkomunikasi online.
Beberapa tahun belakangan ini, untuk meningkatkan kualitas blog dan tulisan para blogger itu sendiri, ada beberapa aturan baik tertulis maupun tak tertulis. Yang tertulis, tentunya berkaitan dengan implikasi hukum dari sebuah tulisan yang dipublikasi melalui blog. Sejumlah aturan hukum menjadi 'alat pemaksa' bagi para pengguna internet agar lebih berhati-hati dalam menulis di blog mereka. Di Indonesia ada Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pers dan KUHP yang bisa menjerat penulis blog yang dianggap melanggar hukum. Selain itu Undang-Undang di bidang HAKI pun juga berfungsi untuk melindungi hak kekayaan intelektual blogger atau pengguna internet pada umumnya.
Sedangkan aturan yang tidak tertulis bagi blogger saat ini dikenal dengan istilah 'Blogging Ethics' atau 'Etika Menulis Blog'. Bicara soal etika ini tingkatannya tentu saja sangat tinggi, karena etika selalu berdampingan dengan norma. Hal yang dirasakan 'baik' atau 'tidak baik' oleh manusia dan belum terumuskan dalam hukum formal negara, sebagian merupakan ranah etika di samping ranah agama. Itu sebabnya, sampai saat ini pun sebenarnya 'Blogging Ethics' menjadi sesuatu yang kontroversial, dalam arti belum disepakati secara jelas, batas-batas apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang blogger.
Bicara soal etika, dalam kata itu terkandung 3 pengertian yaitu nilai-nilai/norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku. Kumpulan asas atau nilai moral, misalnya kode etik (ilmu tentang baik atau buruk). Secara Etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang artinya watak sedangkan moral berasal dari kata Mos (bentuk tunggal) atau Mores (bentuk jamak) yang artinya kebiasaan.
Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S, etika sebagai ilmu sendiri sebenarnya menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu :
a.) Etika Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netraldan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan atau subkultur tertentu.
b.) Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma dapat diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar atau tidak. Terbagi menjadi 2 yaitu umum dan khusus.
Umum : menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat ? bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan ?, dll.
Khusus : upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam prilaku manusia.
c.) Metaetika
Menganalisa logika perbuatan dalam kaitannya dengan 'baik' atau 'buruk'.
Jika teori diatas dikaitkan dengan kehidupan nyata dalam masyarakat, tentunya akan menyangkut beberapa hal yaitu perkembangan hidup masyarakat yang dihadapkan pada banyak pandangan moral yang bermacam-macam. Modernisasi yang melanda segala bidang kehidupan masyarakat yang berakibat pada perubahan cara pikir. Kemampuan menghadapi ideologi-ideologi asing yang mempengaruhi. Karena luasnya cakupan etika sebagai ilmu itulah hingga saat ini boleh dibilang antar blogger pun belum ada kesepakatan yang pasti mengenai Blogging Ethics itu sendiri, selain hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan yang dianggap baik dan buruk, benar dan salah.
Dibawah ini, hal-hal penting yang tidak tertulis tetapi pasti dapat disetujui oleh para blogger untuk melindungi diri mereka sendiri dan agar terhindar dari masalah yang tidak perlu, yaitu :
1.) Mencantumkan Sumber
Seringkali kita mendapatkan informasi dari berbagai media online lain pada saat ingin menulis di blog. Secara hukum, mengutip beberapa kata memang tidak akan melanggar hukum dan dalam UU HAKI masih termasuk kategori yang disebut 'Fair Use'. Akan tetapi, secara etika dan moral, jika ingin mengutip, cantumkan sumber yang kita kutip, misalnya : nama penulis dan alamat web atau blog dimana kita mengutipnya, jika memungkinkan gunakan 'link back'.
2.) Meminta Izin
Meski mengutip beberapa kata atau kalimat masih masuk dalam kategori 'Fair Use' sesuai dengan UU HAKI, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik aslinya akan keberatan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Meminta ijin dari pemilik tulisan/foto/gambar akan lebih baik dan lebih beretika mengingat kita sendiri pun belum tentu akan suka jika karya kita dicopy atau dipakai orang lain tanpa ijin.
3.) Bebas Tapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain
Jangan karena beranggapan blog ini adalah blog pribadi kita, maka kita bebas menulis dan memposting apa saja tanpa batas (tulisan, foto, gambar, lagu) dan melanggar hak orang lain. Perlu kita tanamkan dalam pikiran dan hati kita bahwa pengunjung blog bisa siapa saja dan datang darimana saja. Hindari hal-hal yang melanggar hak orang lain.
Referensi :
1. http://techno.okezone.com/read/2011/06/25/327/472653/membudayakan-etika-dalam-menulis-blog
Sedangkan aturan yang tidak tertulis bagi blogger saat ini dikenal dengan istilah 'Blogging Ethics' atau 'Etika Menulis Blog'. Bicara soal etika ini tingkatannya tentu saja sangat tinggi, karena etika selalu berdampingan dengan norma. Hal yang dirasakan 'baik' atau 'tidak baik' oleh manusia dan belum terumuskan dalam hukum formal negara, sebagian merupakan ranah etika di samping ranah agama. Itu sebabnya, sampai saat ini pun sebenarnya 'Blogging Ethics' menjadi sesuatu yang kontroversial, dalam arti belum disepakati secara jelas, batas-batas apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang blogger.
Bicara soal etika, dalam kata itu terkandung 3 pengertian yaitu nilai-nilai/norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah laku. Kumpulan asas atau nilai moral, misalnya kode etik (ilmu tentang baik atau buruk). Secara Etimologi, etika berasal dari bahasa Yunani yaitu Ethos yang artinya watak sedangkan moral berasal dari kata Mos (bentuk tunggal) atau Mores (bentuk jamak) yang artinya kebiasaan.
Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S, etika sebagai ilmu sendiri sebenarnya menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu :
a.) Etika Deskriptif
Cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netraldan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan atau subkultur tertentu.
b.) Etika Normatif
Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma dapat diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar atau tidak. Terbagi menjadi 2 yaitu umum dan khusus.
Umum : menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat ? bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan ?, dll.
Khusus : upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam prilaku manusia.
c.) Metaetika
Menganalisa logika perbuatan dalam kaitannya dengan 'baik' atau 'buruk'.
Jika teori diatas dikaitkan dengan kehidupan nyata dalam masyarakat, tentunya akan menyangkut beberapa hal yaitu perkembangan hidup masyarakat yang dihadapkan pada banyak pandangan moral yang bermacam-macam. Modernisasi yang melanda segala bidang kehidupan masyarakat yang berakibat pada perubahan cara pikir. Kemampuan menghadapi ideologi-ideologi asing yang mempengaruhi. Karena luasnya cakupan etika sebagai ilmu itulah hingga saat ini boleh dibilang antar blogger pun belum ada kesepakatan yang pasti mengenai Blogging Ethics itu sendiri, selain hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan yang dianggap baik dan buruk, benar dan salah.
Dibawah ini, hal-hal penting yang tidak tertulis tetapi pasti dapat disetujui oleh para blogger untuk melindungi diri mereka sendiri dan agar terhindar dari masalah yang tidak perlu, yaitu :
1.) Mencantumkan Sumber
Seringkali kita mendapatkan informasi dari berbagai media online lain pada saat ingin menulis di blog. Secara hukum, mengutip beberapa kata memang tidak akan melanggar hukum dan dalam UU HAKI masih termasuk kategori yang disebut 'Fair Use'. Akan tetapi, secara etika dan moral, jika ingin mengutip, cantumkan sumber yang kita kutip, misalnya : nama penulis dan alamat web atau blog dimana kita mengutipnya, jika memungkinkan gunakan 'link back'.
2.) Meminta Izin
Meski mengutip beberapa kata atau kalimat masih masuk dalam kategori 'Fair Use' sesuai dengan UU HAKI, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik aslinya akan keberatan dan menimbulkan masalah di kemudian hari. Meminta ijin dari pemilik tulisan/foto/gambar akan lebih baik dan lebih beretika mengingat kita sendiri pun belum tentu akan suka jika karya kita dicopy atau dipakai orang lain tanpa ijin.
3.) Bebas Tapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain
Jangan karena beranggapan blog ini adalah blog pribadi kita, maka kita bebas menulis dan memposting apa saja tanpa batas (tulisan, foto, gambar, lagu) dan melanggar hak orang lain. Perlu kita tanamkan dalam pikiran dan hati kita bahwa pengunjung blog bisa siapa saja dan datang darimana saja. Hindari hal-hal yang melanggar hak orang lain.
Referensi :
1. http://techno.okezone.com/read/2011/06/25/327/472653/membudayakan-etika-dalam-menulis-blog
Senin, 01 Juli 2013
Prosedur Perancangan Peringatan Tumpukan Barang Pada Konveyor
Deskripsi
Proses pemindahan barang dari konveyor A ke konveyor B, menggunakan sistem robotik untuk pemindahannya. Barang diambil oleh robot dari konveyor A yang sedang berjalan secara perlahan lalu dipindahkan ke konveyor B yang dalam keadaan tidak berjalan. Barang-barang yang dipindahkan disusun secara bertumpuk, lalu setelah tumpukan telah memenuhi batas syarat maksimal penumpukan yang ditentukan, yaitu maksimum 5 tumpukan barang maka konveyor B pun berjalan menuju gudang penyimpanan. Sebagai tanda peringatan bahwa tumpukan barang telah mencapai 5 tumpukan, maka akan dibuat tampilan teks yang bertuliskan ''Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan''. Lalu dibuat juga tanda peringatan bahwa tumpukan barang belum mencapai 5 tumpukan, maka akan dibuat tampilan teks yang bertuliskan ''Tumpukan Barang Belum Maksimal''. Selama tanda peringatan tampilan teks yang bertuliskan ''Tumpukan Barang Belum Maksimal'' terus muncul, maka robot akan terus mengambil barang dari konveyor A dan memindahkannya ke konveyor B.
Listing programnya adalah sebagai berikut :
Listing programnya adalah sebagai berikut :
Penjelasan dari listing program diatas adalah sebagai berikut :
program pemindahan_barang;
uses crt;
procedure hitung;
var
A,B,C:integer; > variabel bertipe data integer
procedure hitung;
writeln('barang pada konveyor A :'); > menampilkan barang pada konveyor A :
readln(A); > input nilai A
writeln('barang pada konveyor B :'); > menampilkan barang pada konveyor B :
readln(B); > input nilai B
C := A + B; > operasi hitung C = A + B
writeln(C); > menampilkan nilai C
if C >= 5 then > apabila lebih besar atau sama dengan 5
writeln('Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan'); > menampilkan 'Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan'
else > apabila tidak sesuai dengan pernyataan diatas
writeln('Tumpukan Barang Belum Maksimal'); > menampilkan 'Tumpukan Barang Belum Maksimal'
readln; > membaca dari setiap tampilan diatas sebelum program otomatis keluar
end. > mengakhiri program
Secara sederhana, program diatas dapat dituliskan dalam bentuk sebagai berikut :
Solusi
program pemindahan_barang;
uses crt;
procedure hitung;
var
A,B,C:integer; > variabel bertipe data integer
procedure hitung;
writeln('barang pada konveyor A :'); > menampilkan barang pada konveyor A :
readln(A); > input nilai A
writeln('barang pada konveyor B :'); > menampilkan barang pada konveyor B :
readln(B); > input nilai B
C := A + B; > operasi hitung C = A + B
writeln(C); > menampilkan nilai C
if C >= 5 then > apabila lebih besar atau sama dengan 5
writeln('Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan'); > menampilkan 'Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan'
else > apabila tidak sesuai dengan pernyataan diatas
writeln('Tumpukan Barang Belum Maksimal'); > menampilkan 'Tumpukan Barang Belum Maksimal'
readln; > membaca dari setiap tampilan diatas sebelum program otomatis keluar
end. > mengakhiri program
Secara sederhana, program diatas dapat dituliskan dalam bentuk sebagai berikut :
Dengan adanya tanda peringatan berupa tampilan teks, maka tidak akan terjadi kesalahan pada saat proses pengambilan dan penumpukkan barang. Ketika robot berhenti mengambil barang sedangkan tumpukan barang belum 5, maka tanda peringatan berupa tampilan teks yang bertuliskan ''Tumpukan Barang Belum Maksimal'' akan tampil pada layar, sehingga robot dapat melanjutkan kembali proses pengambilan barangnya sampai posisi penumpukan 5 barang. Sedangkan apabila posisi tumpukan barang sudah mencapai 5 tumpukan tetapi robot masih mengambil barang dari konveyor A, maka tanda peringatan berupa tampilan teks yang bertuliskan 'Tumpukan Barang Sudah 5, Konveyor B Berjalan'' akan tampil pada layar, sehingga robot akan berhenti mengambil barang dari konveyor A.
Selasa, 28 Mei 2013
Sistem Program Robot Lengan Pemindah Dus Barang Pada Konveyor
Deskripsi :
Dengan semakin pesatnya
kemajuan teknologi sekarang ini, sudah banyak manusia yang menggunakan
teknologi robot dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu juga didalam dunia
industri terutama didalam industri otomotif, banyak yang menggunakan
teknologi robot untuk proses produksi industri. Dengan menggunakan teknologi
robot, industri bisa mengefisiensikan tenaga kerja sehingga industri bisa
menghemat dalam penggunaan tenaga kerja. Pengertian robot adalah sebuah
manipulator yang dapat diprogram ulang untuk memindahkan tool, material atau
peralatan tertentu dengan berbagai program pergerakan untuk berbagai tugas dan
juga mengendalikan serta mensinkronkan peralatan dengan pekerjaannya. Robot
industri yang umumnya digunakan yaitu robot lengan yang digunakan untuk
memindahkan barang dari konveyor yang satu ke konveyor yang satunya.
Flowchart :
Contoh gambar robot lengan yang sedang memindahkan dus barang :
Listing program dari robot lengan pemindah dus barang pada konveyor ini akan dibuat menggunakan Borland Turbo Pascal 7.0. Listing programnya adalah sebagai berikut :
Berikut penjelasan dari listing program diatas :
var
x,b : integer;
begin
Variabel yang digunakan yaitu x dan b yang menggunakan jenis tipe data integer yaitu tipe data bilangan bulat.
writeln<'-----------------------------------------'>;
writeln<' x x+0 '>;
writeln<'-----------------------------------------'>;
for x : = 1 to 5 do
begin
Perintah writeln digunakan untuk menulis atau menginput kata maupun angka yang ingin ditampilkan. Sedangkan perintah for to do digunakan untuk perulangan yang akan kita butuhkan, seperti pada program diatas, perulangan yang digunakan yaitu dari 1-5 yaitu sebanyak 5 kali.
b := x+0;
writeln(x:4,b:8);
end;
writeln<'----------------------------------------'>;
readln;
end.
Variabel x yang akan diinput akan ditambahkan dengan 0. Lalu writeln(x:4,b:8); untuk menentukan posisi variabel x dan variabel b diletakkan. End; digunakan untuk mengakhiri sub program, kemudian readln; digunakan untuk membaca atau menampilkan perintah ataupun hasil yang telah ditulis ataupun diinput pada perintah diatas sebelumnya. Kemudian end. adalah untuk mengakhiri semua program yang telah dibuat.
Output programnya :
Penjelasan output programnya :
Sensor akan mendeteksi ketinggian tumpukan dus barang dan apabila tumpukan dus barang telah mencapai ketinggian sebanyak 5 dus barang, maka robot lengan akan berhenti mengambil dus barang dari konveyor sebelah kanan dan kemudian konveyor sebelah kiri akan berjalan membawa 5 tumpukan dus barang tersebut menuju gudang penyimpanan.
Solusi :
Robot lengan yang digunakan pada indutri adalah untuk membantu kerja
para pekerja industri agar lebih mudah dan praktis. contohnya yaitu robot
lengan yang digunakan untuk memindahkan dus barang dari konveyer A ke konveyer
B, kemudian konveyer B berjalan menuju gudang penyimpanan. Cara kerjanya yaitu
robot lengan berputar menuju konveyer A kemudian mengambil dus barang dan
memindahkannya ke konveyer B, lalu sensor pada konveyer B mendeteksi apakah
ketinggian tumpukan dus barang telah mencapai 5 tumpukan. Apabila belum maka
terus mengambil dus barang yang ada pada konveyer A hingga tumpukan dus barang
mencapai 5 tumpukan dan sensor mendeteksi ketinggian telah mencapai 5 tumpukan
dus barang, maka konveyer B berjalan membawa tumpukan dus barang tersebut
menuju gudang penyimpanan. Dengan cara seperti itulah bisa menghemat pemakaian
tenaga kerja pada industri dan juga bisa untuk memodernnisasi industri.
Langganan:
Postingan (Atom)









